PANGKALPINANG – Usai melewati Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang diminta tidak hanya kembali bekerja, tetapi juga membawa semangat baru dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Prof Udin saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kota Pangkalpinang di halaman Kantor Wali Kota, Senin (6/4) pagi.
Apel yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, seluruh pejabat eselon II, kepala bagian Setdako, camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang, hingga seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota.
Dalam amanatnya, Prof Udin menegaskan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama Ramadan harus tercermin dalam sikap dan etos kerja aparatur.
“Setelah Ramadan dan Idulfitri, kita berharap menjadi insan yang bertakwa. Itu harus tercermin dari cara kita bekerja, yang lebih baik, lebih semangat, dan lebih bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan menuntut ASN bergerak lebih dinamis, adaptif, dan terus meningkatkan kapasitas diri. Pelayanan publik, kata dia, tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, melainkan harus semakin cepat, tepat, dan berkualitas.
“Kita harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan secara optimal,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Prof Udin juga menyinggung kebijakan sistem kerja aparatur menyusul terbitnya surat edaran kementerian terkait penerapan Work From Home (WFH). Ia menjelaskan, skema WFH di lingkungan Pemkot Pangkalpinang akan diberlakukan setiap Jumat dengan sistem bergiliran.
Sebanyak 50 persen ASN diperbolehkan bekerja dari rumah, sementara 50 persen lainnya tetap bertugas di kantor. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi sektor-sektor pelayanan publik yang harus tetap berjalan penuh, seperti rumah sakit, pelayanan kependudukan, pendidikan, dan pelayanan terpadu satu pintu.
“Sebanyak 50 persen ASN bekerja dari rumah dan 50 persen tetap di kantor, terutama untuk pelayanan publik seperti rumah sakit, Dukcapil, pendidikan, dan PTSP yang harus tetap berjalan,” katanya.
Ia menegaskan, pejabat eselon II dan eselon III tetap diwajibkan masuk kerja dan tidak termasuk dalam skema WFH.
“Untuk eselon II dan III tetap masuk kerja seperti biasa. Tidak ada WFH bagi mereka,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, tenaga fungsional dan pegawai administrasi lainnya akan diatur secara bergiliran menyesuaikan kebutuhan pelayanan masing-masing perangkat daerah.
Selain soal disiplin dan pola kerja, Prof Udin turut mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah aparatur pemerintah dan masyarakat.
Ia meminta kegiatan gotong royong dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa di lingkungan internal kantor dan setiap Jumat bersama masyarakat di wilayah masing-masing.
“ASN harus menjadi motor penggerak bersama lurah, RT, RW, dan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan aktif ASN dalam kegiatan gotong royong tidak hanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang lebih baik, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap suasana pasca-Idulfitri menjadi momentum untuk memperkuat kinerja birokrasi sekaligus membangun lingkungan kota yang lebih tertata dan nyaman.


















