banner 970x90

Aksi dan Kolaborasi Jurnalis dan Masyarakat Kelurahan Tuatunu

banner 120x600
banner 468x60

PANGKALPINANG – Rumah salah satu masyarakat Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Yati (73) tampak hampir roboh, terlihat seluruh genteng rumah sudah diturunkan oleh masyarakat lantaran tulang atap rumah tersebut sudah lapuk dan mulai patah.

Melihat kondisi tersebut, secara spontan tanpa ada rencana kumpulan para jurnalis dari beberapa media di Kota Pangkalpinang dan didampingi oleh Lurah Kelurahan Tuatunu langsung meninjau rumah tersebut dan berinisiatif untuk melakukan aksi dan kolaborasi gotong royong bersama masyarakat untuk membangun rumah yang layak.

banner 325x300

Hingga terlahir lah sebuah gagasan progam rumah layak huni yang di lakukan oleh tim Jurnalis dan masyarakat yang sudah berjalan waktu satu minggu, kini mencapai 70 persen pembangunan.

Kegiatan rumah layak huni yang berlangsung di RT.004, Keluarahan Tuatunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang ini, mendapat perhatian masyarakat luas.

Pasalnya, rumah berdinding kayu yang lapuk dan genteng yang bocor hingga nyaris roboh ternyata milik istri Purnawirawan TNI AD dan selama bertahun- tahun belum pernah mendapatkan perhatian.

Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua Pelaksana sekaligus Jurnalis, La Ode M. Murdani dan Lurah Tuatunu Iwan Benardi tersebut berjalan lancar. Selain La Ode, Ikut juga empat jurnalis diantaranya, M. Aditya, Maulana, Zainal Abidin dan Dwi Prasetyo, berikut RT/RW dan masyarakat yang melakukan Gotong Royong.

Tidak hanya para Jurnalis dan Masyarakat salah satu personil Ditrekrimsus Polda Babel Bripda Wira Dwi Syahputra juga turut berpartisipasi dalam kegiatan rumah layak huni tersebut.

La Ode M Murdani mengatakan, kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan kerjasama tim jurnalis, perangkat keluarahan dan masyarakat Tuatunu berikut satu anggota polri.

“Kegiatan ini alhamdulilah di bantu masyarakat dan Kelurahan, selain para jurnalis dan anggota polri, kegiatan ini juga berjalan lancar karena ada 25 sponsor yang didalamnya ada pengusaha, TNI AL, Polri dan dari Kementrian Pekerjaan Umum,” kata La Ode, Jumat (17/10).

Dilanjutkan La Ode bahwa Direktur Binmas Polda Babel, Satreskrim Polres Bangka Tengah dan Satpolairud Polres Bangka Selatan, juga salah satu pegawai PT. Timah Tbk yakni Pak Garta yang saat ini bersangkutan berada di wilayah Kundur.

“Kemarin juga kami kedatangan Bahbinkantibmas Polsek Gerunggang di lokasi dan beliau langsung ikut memasang batako dan mengaduk semen, alhamdulilah sudah banyak yang berpartisipasi untuk membantu rumah nenek tersebut,” ungkapnya.

Senada, Lurah Tuatunu Iwan Benardi mengatakan, kegiatan gotong royong rumah layak huni ini merupakan gagasan tim jurnalis berserta rekan-rekannya dan juga merupakan kolaborasi seluruh RT/RW dan kelurahan Tuatunu.

“Yang pertama saya mengucapkan terima kasih kepada tim Jurnalis RT/RW masyarakat dan Sponsor yang mendukung kegiatan rumah layak huni ini dan lahamdulilah, sekarang sudah 70 persen berjalan lancar,” ujarnya.

Diketahui, Yati (73), Nenek tua itu duduk di atas kursi tua di rumahnya yang sederhana. Dia memegang dompet kecil berisi uang pensiun TNI AD milik almahrum suaminya yang diterimanya setiap bulan.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia menghitung uang receh yang ada di dalamnya. Rumahnya, yang telah berdiri selama puluhan tahun, kini menunjukkan tanda-tanda keausan.

Dindingnya yang kusam, atapnya yang bocor, dan lantainya yang retak-retak. Namun, nenek tua itu tidak terlalu mempermasalahkan. Yang penting baginya adalah bisa hidup dengan tenang dan mandiri.

Setiap bulan, uang pensiun itu menjadi sumber penghidupannya. Dia menggunakan sebagian besar untuk membeli kebutuhan pokok dan membayar biaya listrik. Sisanya, dia gunakan untuk membeli obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

Tapi, nenek tua itu sadar bahwa rumahnya tidak bisa bertahan lama lagi. Atapnya yang bocor dan dindingnya yang bolong terbuat dari kayu membuat dia khawatir. Dia takut rumahnya akan roboh kapan saja.

Nenek tua itu berharap ada yang bisa membantu dia memperbaiki rumahnya. Dia ingin bisa hidup dengan lebih nyaman dan aman. Tapi, dia juga tidak ingin merepotkan orang lain. Dia ingin bisa mandiri dan hidup dengan tenang.

Dengan harapan di hati, nenek tua itu melanjutkan hidupnya sehari demi sehari, dengan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *