banner 970x90

Walikota Pangkalpinang Resmikan Dapur SPPG Girimaya

// Prof Udin : Perkara Gizi Bukan Perkara Sambilan

banner 120x600
banner 468x60

PANGKALPINANG – Walikota Pangkalpinang menegaskan bahwa dalam pemenuhan urusan gizi anak-anak Kota Pangkalpinang bukan hanya perkara sambilan, namun ini soal masa depan anak dan bagaimana dalam mencetak generasi yang kuat fisik, kuat pikiran dan kuat mental.

Hal ini ditegaskan oleh Walikota Pangkalpinang saat melakukan peresmian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Girimaya Kota Pangkalpinang, Senin (17/11).

banner 325x300

SPPG Girimaya 2 menjadi dapur ke-13 dari total 21 unit SPPG yang akan beroperasi di Pangkalpinang. Dapur ini melayani tujuh sekolah: SD Theresia 2, SDN 9, SDN 13, SDN AAW 41, SDN 49, SLB, serta TK Baitul Makmur. Khusus SLB, yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA, kebutuhan siswa lebih beragam, sehingga layanan gizi mesti ditangani lebih teliti.

Wali Kota hadir dengan gaya khasnya blak-blakan tapi hangat. Lantas melontarkan candaan ringan kepada seorang pejabat yang baru pertama kali ditemuinya sejak ia dilantik. “Maaf Pak, ketemunya malah di sini,” ucapnya, membuat tamu undangan tertawa pelan.

Di balik senyum itu, pesan yang disampaikan justru tajam. Ia menyinggung pengalamannya sebagai anak pegawai PT Timah—masa ketika asupan gizi tak pernah menjadi soal. Dari beras sekarung sampai biskuit Khong Guan, ia menggambarkan bagaimana nutrisi yang cukup melahirkan generasi yang lebih siap secara intelektual dan emosional.

Karena itu, ia meminta standar gizi dijalankan tanpa kompromi. Jika ada hambatan, Pemerintah Kota siap memfasilitasi. Ia juga mengingatkan soal dinamika harga bahan pokok yang belakangan bergerak liar; Dinas Pangan diminta berjaga ketat agar suplai dapur tidak tersendat.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim… kami resmikan SPPG Girimaya 2 ini,” ujarnya sambil mengetuk dan memotong pita tanda peresmian.

Peresmian ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Pangkalpinang: melalui satu piring bergizi yang terukur, yang tersaji setiap hari untuk anak-anak sekolah—fondasi yang kelak menentukan arah kota ini melangkah.

Sementara, Marlian Amri dari Badan Gizi Nasional memaparkan struktur operasionalnya, ada sekitar 47 relawan kota yang menjadi ujung tombak layanan, diperkuat oleh satu kepala satuan, ahli gizi, serta akuntan. Totalnya sekitar 50 orang.

“Untuk periode pertama, dapur ini menyiapkan 1.066 porsi makanan bergizi setiap harinya—angka yang bukan main bagi sebuah unit pelayanan baru. Ia menambahkan, peresmian hari ini adalah langkah awal. Begitu seluruh sistem siap berjalan stabil, akan dilakukan penilaian performa antarperiode untuk memastikan kualitas makanan tetap konsisten,” tukasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *