PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin (Udin), menghadiri Wisuda Daerah Universitas Terbuka (UT) Pangkalpinang dan menyampaikan ucapan selamat serta motivasi kepada 388 wisudawan dari program Diploma, Sarjana, maupun Magister.
Dalam sambutannya, Prof. Udin mengungkapkan kebanggaannya terhadap seluruh peserta wisuda yang telah berhasil menyelesaikan studi, terlebih bagi mereka yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan.
“Bekerja sambil kuliah itu luar biasa. Ada yang hanya kuliah, ada yang hanya bekerja, tetapi kalian mampu menjalani keduanya. Itu menunjukkan bahwa adik-adik semua adalah generasi multitalenta,” ujarnya.
Wali Kota Udin juga membagikan pesan yang selama ini ia pegang, salah satunya pesan dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, bahwa politik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Ketika kita bicara beras mahal, gula mahal, minyak goreng langka itu semua adalah politik. Artinya, politik adalah kehidupan. Tinggal bagaimana kita memaknainya, apakah dalam ruang kampus, masyarakat, atau pasar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman politik yang benar penting dimiliki oleh generasi muda agar dapat berperan dalam membangun daerah.
Ia juga menceritakan bagaimana rasa cintanya untuk Bangka Belitung (Babel) dan Pangkalpinang sehingga membuat dia kembali ke Pangkalpinang setelah 30 tahun merantau di kota orang. Ketika ditanya mengapa memilih menjadi Wali Kota, ia mengaku jawabannya tidak sederhana.
“Orang sering bertanya kenapa saya mau jadi Wali Kota. Sulit menjawabnya, seperti ketika seseorang ditanya kenapa ia mencintai pasangannya. Tapi saya ini orang Bangka, dan kecintaan pada kampung halaman memanggil saya untuk kembali membangun Pangkalpinang,” tuturnya.
Wali Kota Udin mendorong para wisudawan untuk berani merantau dan mencari pengalaman di luar daerah, namun tidak lupa kembali untuk memajukan Pangkalpinang.
“Majukanlah daerah kita. Harapan itu ada pada wisudawan-wisudawan ini agar Pangkalpinang semakin maju,” ucapnya.
Dalam era kemajuan teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), Prof. Saparudin menekankan pentingnya pendidikan sepanjang hayat (Life Long Education).
“Belajar itu wajib, tidak hanya dalam agama tetapi juga dalam kehidupan. AI bisa mengambil alih banyak pekerjaan manusia, tapi ada satu hal yang tidak bisa diambil alih AI yaitu pendidikan. Pendidikan ada di pikiran, insting, dan hati kita. Dari situlah lahir inovasi,” tegasnya.
Prof. Saparudin juga mengapresiasi kontribusi Universitas Terbuka dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Kota Pangkalpinang.
“UT hadir untuk memperluas akses pendidikan. Semakin banyak anak-anak Pangkalpinang yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.
Prosesi wisuda daerah UT Pangkalpinang tahun ini mengukuhkan sebanyak 388 wisudawan dari berbagai program studi.


















