PANGKALPINANG — Upaya mempercepat penurunan stunting di Kota Pangkalpinang kembali dipertegas dalam Rembuk Stunting yang digelar, di Balai Besar Betason, Lantai 1 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis, (4/12).
Acara ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan rencana kegiatan lintas sektor dalam penanggulangan stunting sekaligus memperkuat komitmen bersama demi masa depan anak-anak Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi kota ini.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) mencatat prevalensi stunting pada tahun 2023 di angka 20,7 persen, yang menggambarkan masih adanya tantangan besar. Namun kerja keras berbagai pihak mulai menunjukkan hasil. Pada 2024, angka tersebut turun menjadi 17,3 persen.
Penurunan ini dianggap sebagai bukti bahwa intervensi gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta kolaborasi lintas sektor mulai memberikan dampak nyata.
Namun, angka tersebut masih berada di atas target nasional 14 persen. Wali Kota menegaskan perlunya konsistensi, sinergi, dan komitmen berkelanjutan dari semua pihak, termasuk tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
Tim Pendamping Keluarga juga mendapat sorotan penting. Mereka telah melakukan pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting, dengan sasaran 5.644 baduta/balita, 151 calon pengantin, 1.805 ibu hamil, dan 973 ibu menyusui.
Upaya ini menjadi fondasi agar setiap anak mendapat perhatian dan tumbuh sehat, cerdas, serta produktif.

Wali Kota turut memberikan apresiasi kepada PAUD, Forum Anak, GenRe, serta program Orang Tua Asuh Stunting (Genting) yang memberikan dukungan langsung bagi keluarga membutuhkan. Semua elemen ini disebutnya sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam perjuangan kolektif membentuk generasi yang kuat.
Usai agenda utama Rembuk Stunting, acara dilanjutkan dengan Pengukuhan Bunda Forum Anak, Pengukuhan Duta Forum Anak, dan Pengukuhan Bunda GenRe Kota Pangkalpinang, tiga peran strategis yang diharapkan menjadi motor penggerak edukasi, advokasi, serta penguatan karakter anak dan remaja di kota ini.
Seluruh rangkaian acara turut dihadiri dan didampingi oleh Wakil Walikota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, Sekretaris Daerah, Miego, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PPPAKB, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan Kejari Pangkalpinang, serta perwakilan Bank Sumsel Babel menunjukkan bahwa komitmen penanggulangan stunting berdiri di atas dukungan penuh jajaran pemerintah daerah.
Menutup sambutan, Wali Kota optimistis bahwa dengan kerja bersama, Pangkalpinang dapat mencapai penurunan stunting yang signifikan dan melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Acara ini diharapkan menjadi penggerak awal sekaligus penguat langkah kolektif mewujudkan kota yang lebih sehat dan sejahtera.
Dalam narasi besar ini, stunting bukan hanya data; ia adalah wajah masa depan yang harus dijaga. Pangkalpinang memilih untuk berdiri tegak dan bekerja keras demi memastikan setiap anak tumbuh kuat dan siap mengisi ruang-ruang pembangunan kota.


















