PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, memaparkan secara rinci berbagai ancaman bencana yang dihadapi Kota Pangkalpinang, dengan fokus pada persoalan banjir, saat menghadiri kegiatan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung di Kantor DPD RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (15/12).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui BPBD saat ini menaruh perhatian pada lima jenis potensi bencana.
“Ancaman bencana di Kota Pangkalpinang ada lima, yaitu banjir rob atau pasang air laut, puting beliung, cuaca ekstrem, dan kebakaran lahan. Khusus untuk banjir, yang kita hadapi merupakan banjir berskala makro akibat kiriman air dari luar wilayah kota,” ujar Prof. Saparudin.
Ia menjelaskan, BPBD Kota Pangkalpinang didukung 95 personel yang terus disiagakan, khususnya menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi meningkatkan risiko banjir.
Wali Kota mengungkapkan, banjir di Pangkalpinang sebagian besar disebabkan oleh tiga saluran utama yang membawa kiriman air dari wilayah luar kota. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Sungai Pedindang.
“Masalah terbesar ada di Sungai Pedindang karena belum memiliki kolam retensi yang memadai akibat kendala pembebasan lahan,” ungkapnya.
Selain itu, kolam retensi yang telah dibangun di kawasan Pedindang belum berfungsi optimal karena tidak dilengkapi jalan inspeksi, sehingga menyulitkan akses alat berat.
“Kolamnya sudah bagus, tapi alat berat tidak bisa masuk karena tidak ada jalan inspeksi,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkot Pangkalpinang terus melakukan pengerukan saluran, termasuk di kawasan belakang pasar, yang didanai melalui APBD Kota Pangkalpinang Tahun 2025.
Sementara itu, saluran lain seperti Sungai Rangkui dinilai relatif lebih terkendali. Adapun di wilayah Bukit Tani dan Pasar Pagi, masih terdapat sekitar 15 rumah warga yang terdampak banjir karena posisinya lebih rendah dari kolam retensi yang ada.
“Solusi jangka panjangnya adalah pembangunan kolam gendong, namun kembali terkendala pembebasan lahan,” tambahnya.
Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan terus melakukan penanganan banjir secara bertahap dan terintegrasi melalui koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat dan perwakilan daerah.
“Urusan banjir ini memang tidak sederhana, tapi terus kita kerjakan satu per satu. Yang penting kita waspada dan bergerak,” pungkasnya.


















