banner 970x90

Wawako Pangkalpinang Pantau Pengambilan Rapor di SD Kalam Kudus, Dorong Peran Ayah dalam Pengasuhan

banner 120x600
banner 468x60

PANGKALPINANG — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, memantau langsung kegiatan pengambilan rapor siswa di SD Kalam Kudus, Rabu (17/12). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan peran ayah dalam pendampingan pendidikan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Wawako menyoroti masih rendahnya keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak. Berdasarkan data yang disampaikan BKKBN, Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25) menunjukkan peningkatan menjadi 25,8% anak Indonesia yang tidak memiliki keterlibatan ayah yang memadai.

banner 325x300

“Kami hadir di sini untuk memantau sekaligus mengajak para ayah agar lebih terlibat. Ke depan, kita ingin membiasakan ayah yang mengambil rapor anak, bukan hanya ibu,” ujar Dessy saat bercengkerama dengan para orang tua.

Selain bercengkerama dengan para orang tua siswa, Wawako sesekali berdiskusi mengenai pola pengasuhan, perhatian orang tua terhadap perkembangan anak, serta pentingnya komunikasi antara keluarga dan sekolah.

“Pengasuhan itu tanggung jawab bersama. Anak-anak membutuhkan figur ayah dan ibu yang sama-sama hadir, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara emosional,” kata Dessy saat berdialog dengan orang tua.

Menariknya, sistem pengambilan rapor di SD Kalam Kudus dikemas secara interaktif. Para siswa diberi kesempatan menampilkan bakat dan kemampuan akademik di hadapan orang tua melalui sesi presentasi.

Salah satu siswa, Kelinda (7 tahun), kelas 2 SD, memaparkan materi tentang macam-macam musim dan cuaca dalam bahasa Inggris dengan percaya diri. Sementara itu, Viena, siswi kelas 5 SD, menjelaskan sistem pernapasan manusia secara runtut dan komunikatif. Ada juga Candy, kelas 4 SD, yang memaparkan sistem pernafasan manusia. Wawako Dessy Ayutrisna turut memberikan beberapa pertanyaan dalam bahasa Inggris, yang dijawab dengan baik oleh para siswa. Hal ini menunjukkan kemampuan komunikasi dan keberanian siswa sejak usia dini.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya memahami materi, tapi juga berani menyampaikan di depan umum. Ini modal penting untuk masa depan mereka,” ujar Dessy.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *