banner 970x90

Pemkot Kembali Lakukan Penataan dan Kebersihan Wilayah Pasar di Kota Pangkalpinang

banner 120x600
banner 468x60

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang kembali akan melakukan penataan dan pembersihan secara bertahap untuk empat pasar tradisional yang ada di Kota Pangkalpinang. Penataan ini sebagai bagian dari Program Pangkalpinang Bersih, yang menitikberatkan pada penataan dan kebersihan pasar-pasar yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, saat menghadiri rapat koordinasi rencana aksi pembersihan empat pasar tradisional di wilayah Kota Pangkalpinang, yang bertempat di Smart Room Center Lantai 2 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (30/12).

banner 325x300

“Hari ini kita rapat dengan OPD-OPD terkait dalam rangka rencana aksi pembersihan pasar di Kota Pangkalpinang,” ujar Prof. Saparudin.

Ia menjelaskan, terdapat empat pasar yang menjadi sasaran utama program tersebut, yakni Pasar Besar Ratu Tunggal, Pasar Pagi, Pasar Rumput, dan Pasar Perumnas (Parit Lalang). Keempat pasar ini dinilai membutuhkan penanganan terpadu agar kebersihan dan kenyamanannya dapat terus terjaga.

“Ada empat pasar yang kita sasar, dan ini merupakan pasar yang dikelola oleh pemerintah kota,” tegasnya.

Menurut Wali Kota, program pembersihan pasar akan melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) sebagai leading sector. OPD lain yang terlibat antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Satpol PP, BPBD, camat, hingga lurah.

“Kita lakukan secara bergotong royong membersihkan pasar, melibatkan berbagai OPD dan unsur kewilayahan,” katanya.

Prof. Saparudin menambahkan, aksi pembersihan pasar ini tidak bersifat insidental, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan minimal dua bulan sekali, di luar kegiatan rutin pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Program ini akan terus berlanjut, minimal dua bulan sekali kita lakukan pembersihan pasar-pasar itu,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Pangkalpinang juga akan menangani persoalan sampah non-organik, material bekas yang tidak terpakai, hingga pembersihan selokan pasar. Bahkan, Pemkot berencana menggandeng PDAM untuk pengadaan hidran khusus guna mendukung penyiraman area pasar.

“Nanti juga akan ada pengadaan dari PDAM untuk hidran khusus menyiram pasar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota berharap program ini mendapat dukungan penuh dari para pedagang dan masyarakat. Partisipasi aktif pedagang dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan pasar.

“Harapan kita, para pedagang ikut serta dalam gotong royong ini dan ikut menjaga kebersihan pasar,” jelasnya.

Ia optimistis, pasar yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada peningkatan ekosistem perdagangan di Kota Pangkalpinang serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang berbelanja.

“Dengan pasar yang bersih dan tertata rapi, ekosistem perdagangan di Kota Pangkalpinang akan semakin baik, dan masyarakat yang berbelanja juga merasa nyaman,” pungkas Prof. Saparudin.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *