PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel), Edi Nasapta mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memprioritaskan penataan kota secara menyeluruh agar tampil lebih maju, modern, dan berdaya saing. Ia menegaskan, posisi Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi menjadikannya representasi wajah Bangka Belitung yang harus ditata dengan identitas kuat dan membanggakan.
Menurut Edi, pembenahan kota tidak bisa parsial, tetapi harus menyentuh berbagai aspek mulai dari tata ruang, estetika, hingga penguatan aktivitas ekonomi.
“Pangkalpinang ini adalah wajah provinsi. Sudah seharusnya ditata dengan baik agar memiliki identitas yang kuat dan membanggakan,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Salah satu fokus yang disorot adalah pemanfaatan sungai-sungai yang membelah kota sebagai daya tarik utama. Edi menilai potensi tersebut belum dimaksimalkan, padahal dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata baru.
Politisi Nasdem ini mengusulkan pengembangan kawasan Jembatan Dua Belas sebagai titik strategis, dengan pemerintah cukup menyiapkan infrastruktur dasar untuk menarik investasi.
“Bangun dermaga yang representatif, lalu biarkan investor masuk mengembangkan restoran terapung atau konsep wisata lainnya,” jelasnya.
Edi juga menawarkan konsep wisata “dinner cruise” skala mini sebagai pengalaman baru bagi masyarakat dan wisatawan.
“Ini akan menjadi pengalaman berbeda dan daya tarik kuat, baik untuk warga lokal maupun wisatawan,” tambahnya.
Di sisi lain, Edi menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur kota, khususnya di ruas strategis seperti Jalan Mayor Saffrey Rahman hingga kawasan alun-alun dan titik nol kilometer. Ia menilai elemen visual seperti pagar pembatas, pot tanaman, dan penataan pohon sudah tidak relevan dengan citra kota modern.
“Elemen seperti pagar pembatas, pot tanaman, hingga penataan pohon perlu didesain ulang agar lebih estetis dan menarik secara visual,” tegasnya.
Edi juga menekankan pentingnya penambahan lampu kota dengan desain artistik untuk menciptakan suasana yang hidup, terutama pada malam hari.
Revitalisasi sungai turut menjadi perhatian, mencakup kebersihan, penataan bantaran, serta pencahayaan kawasan. Menurut Edi, sungai yang tertata baik dapat menjadi pusat aktivitas kota yang produktif sepanjang hari.
Selain itu, Edi mendorong perbaikan trotoar agar lebih ramah bagi pejalan kaki serta penataan sistem lalu lintas, termasuk opsi penerapan jalur satu arah di sejumlah ruas jalan.
“Trotoar harus nyaman digunakan, dan lalu lintas perlu ditata agar lebih tertib,” katanya.
Edi menilai menjamurnya kafe dan warung kopi sebagai indikator pertumbuhan ekonomi yang positif, namun perlu diimbangi dengan penataan kota yang baik. Pembenahan kawasan pusat kota dan alun-alun juga dinilai penting agar lebih bersih, modern, dan nyaman sebagai ruang publik.
“Kalau kota ini hidup dari pagi sampai malam dengan penataan yang baik, Pangkalpinang akan menjadi kota yang benar-benar nyaman dan membanggakan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Edi berharap Wali Kota Pangkalpinang bersama DPRD Kota menjadikan penataan kota sebagai prioritas utama pembangunan.
“Harapan kita, Pangkalpinang bisa menjadi kota yang paling maju, nyaman, dan membanggakan sebagai ibu kota provinsi. Ini butuh keseriusan dan perhatian penuh dari pimpinan daerah,” tutupnya.


















